Pages

Tuesday, 24 October 2017

70 Dosa Besar Menurut Adz-Dzahabi

70 Dosa Besar Menurut Adz-Dzahabi

بِسۡـــــــــمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡـمَـٰنِ ٱلرَّحِـــــــيمِ
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
Ada 70 macam dosa besar yang disebut dalam kitab Al-Kabair (الكبائر) oleh Adz-Dzahabi (الذهبي). Alasan dan dasar hukumnya dapat dilihat sendiri dalam kitab Al-Kabair (الكبائر) karya Adz-Dhahabi.

1. Syirik atau Menyekutukan Allah SWT
2. Membunuh manusia
3. Melakukan sihir
4. Meninggalkan solat
5. Tidak mengeluarkan zakat
6. Tidak berpuasa tanpa alasan yang kuat pada bulan Ramadhan
7. Tidak mengerjakan Haji walaupun berkemampuan
8. Derhaka kepada Ibu Bapa
9. Memutuskan silaturahim
10. Berzina
11. Melakukan liwat atau homoseksual
12. Memakan riba
13. Memakan harta anak yatim
14. Mendustakan Allah SWT dan rasul-Nya
15. Lari dari medan perang
16. Pemimpin yang menipu dan kejam
17. Sombong
18. Saksi palsu
19. Meminum minuman beralkohol
20. Berjudi
21. Menuduh orang baik melakukan zina
22. Menipu harta rampasan perang
23. Mencuri
24. Merompak
25. Sumpah palsu
26. Berlaku zalim
27. Pemungut cukai yang zalim
28. Makan dari harta yang haram
29. Bunuh diri
30. Berbohong
31. Hakim yang tidak adil
32. Memberi dan menerima rasuah
33. Wanita yang menyerupai lelaki dan juga sebaliknya
34. Membiarkan isteri, anak atau ahli keluarganya yang lain berbuat keji dan memudahkan anggota keluarganya tersebut untuk melakukan perbuatan tidak bermoral.
35. Menikahi wanita yang telah bercerai agar wanita tersebut kemudiannya boleh kembali berkahwin dengan suaminya terdahulu (perbuatan cina buta).
36. Tidak melindungi pakaian dan tubuhnya dari terkena hadas kecil seperti air kencing atau kotoran.
37. Riak atau suka membangga diri.
38. Ulama yang mempunyai ilmu tetapi tidak mahu mengamalkan ilmunya tersebut untuk orang lain.
39. Khianat
40. Mengungkit-ungkit pemberian
41. Mangingkari takdir Allah SWT
42. Mencari-cari kesalahan orang lain
43. Menyebarkan fitnah
44. Mengutuk dan mendoakan keburukan untuk umat Islam
45. Mengingkari janji
46. Percaya kepada sihir dan nujum
47. Derhaka kepada suami
48. Membuat patung
49. Menamparkan pipi dan meratap jika terkena bala
50. Menggangu orang lain
51. Berbuat zalim terhadap yang lemah
52. Menggangu jiran tetangga
53. Menyakiti dan memaki orang Islam
54. Derhaka kepada hamba Allah SWT dan menggangap dirinya baik
55. Melabuhkan pakaian bagi lelaki
56. Lelaki yang memakai sutera dan emas
57. Seorang hamba (budak) yang lari dari Tuannya
58. Sembelihan untuk selain dari Allah SWT
59. Seorang yang mengaku bahawa orang lain sebagai ayahnya.
60. Berdebat dan bermusuhan
61. Enggan menyedia dan memberikan kemudahan air
62. Mengurangi timbangan
63. Merasa selamat daripada kemurkaan Allah SWT
64. Putus asa dari rahmat Allah SWT
65. Meninggalkan solat berjemaah tanpa alasan yang kuat
66. Meninggalkan solat Jumaat tanpa alasan yang kuat
67. Merebut hak warisan yang bukan miliknya
68. Menipu
69. Mengintip rahsia dan membuka rahsia orang lain
70. Mencela Nabi Muhammad dan para sahabat baginda. ..
Semuga kita dilindungi Allah Taala dari melakukan perkara-perkara diatas dan diampunkan kita
Amin.
وَالسَّلاَم

Tuesday, 17 October 2017

SYAIR EIDUL MAWLID

SYAIR  EIDUL MAWLID

Sempena ulangtahun kelahiran mu wahai insan,
ucapkanlah syukur dan redho kpd Yg Maha Mengasihan,
Yg telah mentakdirkan hidupmu seadanya kesan,

Ibu yang telah berkorban masa dan kudrat,
Bersabung nyawa nan hayat,
Mengandung dan melahirkan zuriat,

Ayah yang telah berhempas pulas,
Membanting tulang dan ruas,
Mencari ketulan lauk dan butiran beras,

Jasa kalian wallahi tidak terbalas,
Hanya kalungan doa dititip buat alas,

Ke hadrat Tuhan kirimkan seruan,
Panjangkan umur didalam iman
Tingkatkan ilmu dan amalan
Tambahkan harta dan keberkatan
Masukkan kami ke dalam Jannatul Firdaus sebaik-baik taman

Amin

©abu taw'am

Monday, 16 October 2017

TONGKANG DARI SINGKIANG

SEMUA HABIS LINTANG PUKANG 

KISAH TONGKANG DARI SINGKIANG 

YG MANA KELASI BERONTAK MEMBANGKANG

NAKHODA DIGULING DAN DIHALANG 

KETUA KELASI RASUK KELASI2 RAMPAS TONGKANG 

AKHIRNYA TONGKANG TERSESAT DILAUTAN MALANG 

TENGGELAM KESEMUANYA BERBUNGKANG 

MALANG TONGKANG DARI SINGKIANG

THE FALL FROM GRACE

U r the CEO of an organization. After years together, ur seemingly faithful deputy suddenly decides to quit and asked to leave. Citing disagreement wt ur leadership.....how would u respond? 

In the beginning, the organization prospered despite initial hurdles. Challenges were overcome and the organization grew in size, income and net assets. After a troubled period, the organization stabilized in prosperity. It was during this time, despite good intentions, the CEO made some bad calls, several decisions were erroneous and the organization started to falter. The deputy CEO, up to now, a faithful and obedient assistant who supported the CEO strongly in every decision, started to disagree and questioned the CEO's judgements and decisions. Their relationship became more and more strained, to the extent of openly arguing in front of staff, instead of quietly ironing out their disgreements. This caused consternation to the staff, and tension was thick in the premises. The mood of the staff was negatively affected and their perfomance started to suffer. Some of them started to blame the CEO for the trouble and began to lose respect for him. To the extent of wishing him to leave or be replaced. 

The deputy CEO has tendered resignation and while waiting for approval, has taken leave of absence. And will maybe take some of the staff along. Question: what is your take of the situation? Do you think the deputy has made the right choice to leave? What is the alternative? 

The CEO n the deputy partnered to build the organization. Despite it all, the CEO values the partneship n are grateful for the deputy's contribution n wish the partnership to continue. Whatever mistakes n miscalls he made was regretted very much n he hope to continue the partnership in a better more open way. But the deputy is adamant. What is the correct n what is the right thing to do? A sad ending to a long term relationship....☹ but an unavoidable one? Is there no room for compromise? 

Well, nothing is ever permanent. What started as something hopeful and magic, which should benefit the partners, can over the years, turn into something ugly and tragic, without hope of compromise and reconciliation. The splitting and winding up of a business is oftimes, a messy n painful affair. Staff gets retrenched, staff resigned, whatever properties related to the business got fought over, there will be legal suits etc. 😩😩😩 Sad. How do one cope with such losses? 

One could imagine the CEO reminiscing the good times, memories of the toil of blood, sweat and tears in the beginning, his deputy's strong backing, who always stood by his side, the camaraderie, the affection...it must be tough for him but accept the situation he must and move on, if he submits to the Will of Allah...😟 

Otherwise, life does not seem to worth the pain....😖

Saturday, 14 October 2017

INGATLAH ALLAH

berdoalah sebelum tidur
jangan lupa cuci kaki tanganmu
jangan lupa doa mama dan papa kita

berdoalah kepada Yang Maha Esa
berbuat baik sesama makhlukNya
semuga Allah sayang dekat kita semua

berzikirlah kita kepada Allah
supaya dapat menghilangkan dosa
supaya dapat lebih dekat dengan Allah

selawatlah dekat Nabi Muhammad
ikutlah sunnah dan ajaran dia
kerana dialah makhluk yang paling mulia

ingatlah kita kepada yang Esa
supaya kita mengingati Allah
kerana Dialah yang paling berkuasa di dunia

janganlah lupa solat lima waktu
supaya kita mengingati Allah
dan jangan lupa minta doa kepadaNya

karya: aisyah radhiyah yaakob 2011

Wednesday, 11 October 2017

LEAD ME TO HOPE

Lead me to hope
for I am on the verge of darkness
I need your light
Show me the way home.
I have fallen before, 
It seems like I am going to fall again..
I do not wish to....
Have I failed?
Save me 
Save me 
Save me 
From darkness for I am helpless
My ship drifts
Heading for the rocks...
There is no wind, its rudderless
Should the captain regrets its future and despair
Or be grateful to have sailed this far and fare?

Thursday, 28 September 2017

DO NOT BE LATE FOR PRAYERS

"*When you are always late for Salah, it says a lot about you and your character.*

- It shows that you lack discipline, internal strength, and integrity to be where you are supposed to be ‘on time’ for your most important appointments of the day, and you are not dependable.

- No one likes to say about themselves that they are not dependable or lack discipline, but actions speak louder than words, and being late for salah is the first warning that you are on a slippery slope towards being chronically late in everything else in your life.

Al-Hasan Al-Basri  said: "When salah is the least of your concerns, then what is your most important concern? As much as you fix your salah, your life will be fixed. Did you not know that salah was equated with Success: ‘Come to Prayer, Come to Success.’ How can you ask Allah  for success when you are not responding to His right upon you?”

- If you are wondering why there is a delay in your sustenance, in your marriage, in your work, in your health, look into your salah: are you delaying it?

‘If we truly have faith in the unseen and have faith in the Messenger  of Allah  telling us that Allah  wants us to meet Him 5 times every day in our salah, then we should take salah more seriously.’

“And enjoin prayer upon your family [and people] and be steadfast therein. We ask you not for provision; We provide for you, and the [best] outcome is for [those of] righteousness.”
Qur’an: Chapter 20, Verse 132

📌 *Don't miss your salah at any cost....*Reminders for self n others"

Wednesday, 20 September 2017

LAPAN JENIS REZEKI DARI ALLAH

1.Rezeki Yang Telah Dijamin.

‎وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ
"Tidak ada satu makhluk melata pun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin ALLAH rezekinya."
(Surah Hud : 6).

2. Rezeki Kerana Usaha.

‎وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَى
"Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya."
(Surah An-Najm : 39).

3. Rezeki Kerana Bersyukur.

‎لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu."
(Surah Ibrahim : 7).

4. Rezeki Tak Terduga.

‎وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا( ) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
"Barangsiapa yang bertakwa kepada ALLAH nescaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya."
(Surah At-Thalaq : 2-3).

5. Rezeki Kerana Istighfar.

‎فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ( ) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا
"Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta.”
(Surah Nuh : 10-11).

6. Rezeki Kerana Menikah.

‎وَأَنكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ
"Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka ALLAH akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan kurnia-Nya."
(Surah An-Nur : 32).

7. Rezeki Kerana Anak.

‎وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ نَّحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ
"Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu kerana takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.”
(Surah Al-Israa' : 31).

8. Rezeki Kerana Sedekah.

‎مَّن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً
*"Siapakah yang mahu memberi pinjaman* kepada ALLAH, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka ALLAH akan *melipat gandakan pembayaran* kepadanya dengan lipatan yang banyak."
(Surah Al-Baqarah : 245).

Semoga Allah sentiasa limpahkan kita dengan rezeki yang dapat membantu perjalanan kita menuju Allah. Aamiin.

Monday, 18 September 2017

Mengapa Almarhum Tuan Guru Dato Dr Haron Din Berwasiat Dikebumikan Di Tempat Beliau Menghembuskan Nafas Terakhir?

Inilah jawapannya. Akhirnya kita bertemu perbezaan yg ketara antara org yg berilmu dan yg jahil.
------------------------------------------
روى الإمام أحمد والنسائي وابن ماجه من عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما قال :
مات رجل بالمدينة ممن وُلِد بها ، فصلى عليه رسول الله صلى الله عليه وسلم ، ثم قال : يا ليته مات بغير مولده  قالوا : ولم ذاك يا رسول الله ؟ قال : إن الرجل إذا مات بغير مولده قيس له من مولده إلى منقطع أثره في الجنة .

Imam Ahmad , an-Nasa'i dan Ibnu Majah meriwayatkan daripada Abdullah bin Amr Radhiyallahu 'Anhuma telah berkata :
" Seorang lelaki kelahiran kota madinah meninggal dunia di Madinah. maka Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam telah menyembahyangkan jenazahnya.
Baginda kemudiannya bersabda :
" Alangkah baiknya andai kata beliau meninggal dunia bukan pada tempat kelahirannya".
Mereka  ( para sahabat ) bertanya :
" Kenapa begitu ya Rasulullah? ".
Baginda bersabda :
"Sesungguhnya apabila seorang lelaki meninggal dunia bukan pada tempat kelahirannya,  akan dihitungkan ( ganjaran pahala seluas ) jarak antara tempat kelahirannya hingga ke tempatnya di syurga.

[ HR. Ahmad, an-Nasa'i dan Ibnu Majah)

Dalam Islam, di mana kita meninggal maka di situlah pusara kita. Kita ditegah mengangkut mayat tersebut untuk dibawa ke tempat lain. Banyak antara kita berbuat begini. Mayat diterbangkan beribu batu, sebelum diterbangkan, mayat itu akan tersimpan lama di rumah mayat.

Ini menyiksakan mayat. Hatta jika orang Kelantan yang meninggal di KL dan kemudiannya diangkut untuk dikebumikan di KB, itu pun sudah tidak tertanggung siksa pada si mayat. Sebenarnya kalau kasih kita padanya ialah dengan mengkebumikan dia di tempat dia meninggal. Itulah kasih sebenarnya, mayat itu kalau boleh bercakap dia akan beritahu warisnya supaya jangan bawa dia pulang. Sebab Allah suruh dia dikuburkan di tempat dia meninggal.

Pada saat kematian pun mayat itu dipaksa melanggar perintah Allah. Menyegerakan pengkebumian adalah perintah Allah dan dikuburkan ditempat kematian juga adalah perintah Allah. Mengapakah mesti kita bawa dia (mayat) pulang, dia bukan milik kita, dia adalah milik Allah dalam erti yang sebenarnya, maka semestinyalah kita yang hidup kena faham dan kasihan padanya supaya jangan melanggar perintah Allah.

Bila nak bawa balik ke kampung, maka azab pada mayat yang belum dikebumikan semakin bertambah2, contoh, dasar kerajaan US ini bila mayat itu nak diterbangkan. Peraturan penerbangan Amerika ialah sebelum mayat itu dibawa menaiki pesawat, maka segala cecair dalam tubuh mayat termasuk otaknya akan disedut supaya memastikan mayat itu betul2 kering (on medical ground). Lepas itu dikeluarkan sijil kelulusan untuk naik pesawat. Tidakkah ini suatu siksa pada mayat orang yang kita kasihi. Cecair dalam tubuhnya itu adalah sebahagian dari anggotanya yang menangis2 mahu dikebumikan bersama jasad, tetapi telah disedut dan jasad pula dikimiakan. Alangkah malangnya. Ini semua kerana gara2 dan kehendak waris2 yang mahu mayat itu dibawa pulang.

Kalau ini disebabkan kita maka kita akan ditanya nanti. Perkara ini perlu difahami dengan sungguh. Kalau melanggar ketetapan Allah, maka beginilah jadinya dan akibatnya ada waris2 yang berkata,”Kalau arwah meninggal di Mekah, tidak mengapalah dia ditanam di Mekah, tetapi ini di Amerika..?!”.

Kita kena faham, kemuliaan, mayat atau kubur itu tidak tergantung di mana kubur itu terletak. Kemuliaan dan keselamatan mayat di alam Qubur adalah tergantung kepada taqwa dia kepada Allah semasa hayatnya. Kubur di Mekah sekalipun kalau hidup menentang Allah, maka itu bukan boleh dijadikan pelindung. Kita kena ingat walau mati di mana sekalipun, kubur yang akan menjadi salah satu dari Taman2 Syurga atau salah satu dari lubang2 neraka, adalah bergantung, insya’Allah, kepada sejauh mana kita hidup mengikut hukum2 dan perintah Allah. Orang islam yang faham, dia sanggup mati dan ditanamkan dimana2 sahaja sebab bumi ini semuanya hak mutlak Allah Taala dan di mana2 sahaja dia boleh beristirehat setelah dia hidup sebagai seorang hamba yang soleh/solehah yang bertaqwa, insya’Allah. Marilah kita sama2 ambil iktibar… Wallahua’lam bissawwab.

Share Sebanyak Mungkin Info ini, Tidak menjadi Satu kerugian Untuk anda Share Hal ini..Ilmu Perlu di kongsi .Jangan setakat Like Sahaja..1 Like & 1 Share Adalah Perkongsian Ilmu...

Monday, 4 September 2017

DERHAKA KEPADA IBU BAPA

DERHAKA KEPADA IBU BAPA

Sebagai anak, kita diwajibkan untuk menghormati dan berlaku baik terhadap ibu bapa, walaupun seteruk mana ibu bapa kita. Ini kerana jasa dan pengorbanan tidak akan pernah terbalas oleh kita.

Seperti dalam firman Allah yang bermaksud:

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua- dua ibu bapa.” (Surah al-Ahqaaf, ayat 15).

Rasulullah S.A.W pernah bersabda :

”Setiap dosa-dosa, Allah S.W.T mengakhirkan (balasannya), sebagaimana yang Dia kehendaki dari dosa-dosa itu hingga hari kiamat, kecuali derhaka kepada kedua orang tuanya, sesungguhnya Allah menyegerakan (balasan) nya bagi pelaku-nya di waktu hidup di dunia sebelum meninggal.” (Riwayat At Thabarani & Al Hakim, disahihkan oleh Al Hakim & As Suyuthi)

Perbuatan derhaka terhadap ibu bapa adalah perkara yang sangat dimurkai Allah, dan akan mendapat balasan yang sangat perit di akhirat. Namun dosa ini juga akan dibalas Allah ketika di dunia.

Lebih buruk lagi, jika ibu bapa yang dianiayai itu mengadu kezaliman anak kepada Allah S.W.T, balasan lebih disegerakan kerana doa ibu bapa tadi sangat mustajab dan menembusi langit serta didoakan oleh malaikat-malaikat supaya Allah mengabulkannya.

Dalam sabda Rasulullah S.A.W :

"Tiga doa yang tidak tertolak : doa orang tua, doa orang yang berpuasa dan doa orang yang terdzalimi" . (HR Baihaqi)

Antara balasan di dunia adalah hidup tidak tenang dan tenteram, kemelut dan masalah rumahtangga, dan sentiasa berasa tak cukup serta disempitkan rezeki oleh Allah S.W.T

Sunday, 3 September 2017

CATATAN KAK IJA 110817

*ُالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ*
      *بِسْمِ اللهِ الرَّحمَٰنِ الرَّحِِيم*
*اَللَّهُمَّ صَلِّ َعلى سيدنا مُحَمَّدٍ*
*وَ عَلَى آِل سيدنا مُحَمَّد*

*اَللَّهُمَّ صَلِّ َعلى سيدنا مُحَمَّد*ٍ
*وَ عَلَى آِل سيدنا مُحَمَّد*

*اَللَّهُمَّ صَلِّ َعلى سيدنا مُحَمَّد*ٍ
*وَ عَلَى آِل سيدنا مُحَمَّد*

*🌹PERKONGSIAN🌹*

*(Oleh:Ustaz Muhammad bin Alwi)*

*SETELAH DETIK-DETIK KEMATIAN BERLALU*
➡Mari kita renungkan
Setelah detik-detik kematian berlalu.
Setelah roh telah terpisah dari tubuh.
Hijab-hijab dunia telah tersingkap dari pandangan mata.

➡Kebaikannya menjadi teman dimati yg indah tetapi _keburukannya menyentap setiap isi badan roh tersebut dan terbeban yg amat sangat._

➡Hari itu semua manusia menjadi sama.
Sama-sama menyesal.
*Si jahat ingin kembali ke dunia untuk menjadi orang baik.*
_Si baik juga ingin kembali ke dunia untuk *menambah kebaikannya.*_
*حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ — لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْت*
(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata:  *“Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar* *aku berbuat amal yang soleh terhadap yang telah aku tinggalkan.*
(QS.al-Mukminun:99-100)

➡Namun Sunnatullah tidak akan dapat berubah.
Orang-orang soleh tidak dapat kembali untuk menambah kebaikannya
dan *orang2 yg kufur tak punya kesempatan lagi untuk bertaubat.*
*كَلَّا ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ*
_“Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.”_
(QS.Al-Mukminun:100)

➡Mereka hanya beralasan dan berkata-kata. *Para pendosa akan mengemis dihadapan Allah dengan cara yang sama untuk kembali ke dunia.*

➡Tapi bukankah berulang kali Allah telah mengingatkan-Nya?
*وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ*
_Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?”_
(QS.al-Munafiqun:10)

➡Namun Allah menjawab mereka,
*وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا ۚ وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ*
_“Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.”_
(QS.al-Munafiqun:11)

➡Kita tidak pernah tau  bila ajal akan datang. *Maka jangan tunda lagi untuk berbuat baik.* _Jangan tunda lagi untuk bertaubat._ Krn penyesalan nanti sama sekali tak berarti.

➡Semoga dengan merenungi ini,amalan ibadah kita semakin ditambah _(semakin rajin beribadah)_semoga Allah Subhanahu wata'ala masih memberi kita kesempatan utk bertaubat.

*والله أعلم بالصواب*
_(Hanya Allah Maha Mengtahui apa yang benar)_

       *لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا#* 
*#semogabermanfaat*
*#jomkongsikebaikan*

┈┈•❀❁❦🕌❦❁❀•┈┈

HUKUM KELUAR RUMAH

Diharamkan bagi setiap istri untuk keluar dari rumahnya kecuali dengan izin  suami. Selain izin suami, ada syarat lainnya lagi bagi seorang wanita muslimah. Inilah ketentuan dari ajaran agama kita, yang memang tidak lagi diperhatikan oleh kebanyakan wanita zaman sekarang. Berikut ini selengkapnya syarat-syarat yang dimaksud:

1) Mengenakan pakaian yang menutup aurat. Ini merupakan syarat  yang harus dan wajib dipenuhi oleh seorang muslimah saat sedang keluar rumah. Allah SWT berfirman:
يٰأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ قُل لأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلاَبِيبِهِنَّ

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang-oarang beriman, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.” – QS Al-Ahzab: 59.

2) Tidak memamerkan perhiasan dan kecantikan. Saat keluar rumah, selain menutup auratnya, para wanita juga harus menjaga dandanannya. Mereka dilarang memamerkan perhiasan dan kecantikannya, terutama di hadapan para laki-laki. Allah SWT berfirman:
وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأُولَى

“Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” – QS Al-Ahzab: 33.

3) Tidak menghaluskan, memerdukan, atau mendesahkan suara. Hal-hal ini diharamkan, karena akan menimbulkan syahwat kaum lelaki. Allah SWT berfirman:
فَلاَ تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَّعْرُوفًا

“Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik.” – QS Al-Ahzab 32.

4) Menjaga pandangan. Bukan hanya laki-laki yang wajib menjaga pandangannya, tetapi perempuan juga haram memandang para lelaki dengan syahwat. Allah SWT berfirman:
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat.’ Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan kemaluannya… ” – QS An-Nur 30-31.

5) Aman dari fitnah. Bolehnya wanita keluar rumah akan batal dengan sendirinya manakala ada fitnah, atau keadaan yang tidak aman. Ini merupakan ijma` ulama. Untuk menghindari fitnah, di antaranya, hendaknya tidaklah wanita keluar kecuali dengan mahramnya atau dengan wanita lain yang dipercaya.

6) Mendapat izin suami (bagi yang sudah menikah) atau orangtua (bagi yang belum menikah). Maka, haram bagi seorang anak atau seorang istri untuk keluar rumah untuk urusan atau kegiatan apa pun, walaupun masalah yang sepele seperti membuang sampah dan lain-lain, kecuali dengan izin orangtua atau suami. Bahkan, begitu banyak ancaman bagi seorang istri yang keluar rumah tanpa seizin suaminya, sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits:
يَا رَسُول اللَّهِ مَا حَقُّ الزَّوْجِ عَلَى زَوْجَتِهِ ؟ فَقَال : حَقُّهُ عَلَيْهَا أَلاَّ تَخْرُجَ مِنْ بَيْتِهَا إِلاَّ بِإِذْنِهِ ، فَإِنْ فَعَلَتْ لَعَنَتْهَا مَلاَئِكَةُ السَّمَاءِ وَمَلاَئِكَةُ الرَّحْمَةِ وَمَلاَئِكَةُ الْعَذَابِ حَتَّى تَرْجِعَ

Artinya : “Ya Rasulullah, apakah hak suami atas istrinya?”

Beliau menjawab, “Hak suami atas istri adalah tidaklah ia (istri) keluar rumah kecuali dengan izin dari suami. Jika ia melakukannya (keluar tanpa izin), malaikat langit, malaikat rahmat, dan malaikat adzab melaknatnya sampai ia pulang.”

Hal inilah yang paling sering dilupakan para muslimah. Tak sedikit di antara mereka yang dalam aktivitas dan rutinitasnya, baik dalam hal keagamaan maupun lainnya, izin dari pihak orangtua maupun suami terabaikan. Padahal izin adalah hal yang harus didapat, dan sama sekali tak boleh dipandang ringan.

http://alhabibsegafbaharun.com/2015/04/08/keluar-rumah-tanpa-izin-suami-bolehkah/

Saturday, 26 August 2017

BELAJAQ BETOI2

Salam ukhuwah.. 😊

Orang yang belajar ilmu agama dengan sebenar benar belajar pasti akan terdapat kesan-kesan positif ke atas dirinya. Antaranya,

1. Semakin takut pada Allah Swt.
2. Semakin bersemangat mengikuti petunjuk Allah dan RasulNya.
3. Ibadah semakin bertambah terutama ibadah sunat.
4. Semakin santun dan berakhlak
5. Hati semakin bersih dari hasad dengki dan iri hati.
6. Semakin merasa kurang ilmu dan tidak merasa lebih pandai.

Tapi jika kita tak rasa nilai-nilai murni di atas dalam diri maka segeralah muhasabah apa niat kita belajar ilmu agama...

Thursday, 10 August 2017

KETIKA ALLAH MENCINTAI HAMBANYA

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتهُ.
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـنِ ٱلرَّحِيم.

Selamat mlm.

*Ketika Allah SWT Mencintai Hambanya*

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا دَعَا جِبْرِيلَ فَقَالَ إِنِّي أُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبَّهُ فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ ثُمَّ يُنَادِي فِي السَّمَاءِ فَيَقُولُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبُّوهُ فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ثُمَّ يُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِي الْأَرْضِ. (رواه البخاري)

"Sesungguhnya apabila Allah azza wa jalla mencintai seorang hamba, maka Dia memanggil malaikat Jibril dan berkata:“Wahai Jibril, aku mencintai orang ini maka cintailah dia!” Maka Jibrilpun mencintainya, lalu Jibril mengumumkannya kepada seluruh penduduk langit dan berkata: “Wahai penduduk langit, sesungguhnya Allah mencintai orang ini, maka cintailah dia oleh kalian semua, maka seluruh penduduk langit pun mencintainya. Kemudian orang itu pun dicintai oleh segenap makhluk Allah di muka bumi”.
(Hadith Riwayat Al-Bukhari)

Tentu kita semua berharap agar dicintai Allah. Akan tetapi bagaimanakah caranya agar kita hendak meraih cinta Allah...?

Di dalam Madaarij As-Saalikin, Imam Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah menyebutkan 10 sebab yang dapat mendatangkan kecintaan Allah.

Pertama:
قراءةُ القرآن بالتدبر والتفهّم لمعانيه وما أُريدَ به
Membaca Al-Quran dengan penuh tadabbur serta berusaha memahami makna-maknanya dan maksud yang terkandung di dalamnya.

Kedua:
التقرب إلى الله بالنوافل بعد الفرائض
Mendekatkan diri kepada Allah dengan melakukan amalan-amalan sunnah sesudah amalan-amalan wajib.

Ketiga:
دوام ذكره على كل حال باللسان والقلب والعمل والحال فنصيبه من المحبة على قدر نصيبه من هذاالذكر.
Senantiasa berzikir mengingat Allah dalam setiap masa, baik dengan lisan, hati, perbuatan mahupun keadaan. Kerana kadar kecintaan tergantung pada seberapa besar kadar zikir tersebut.

Keempat:
إيثارُ محابّه على محابّك عند غلَبَات الهوى، والتسَنُّمُ إلى محابّه وإن صَعُبَ المرتقى.
Mengutamakan segala yang dicintai Allah daripada apa yang engkau cintai ketika hawa nafsu berkuasa. Selalu berusaha mencintai segala yang dicintai-Nya meski harus melalui berbagai rintangan

Kelima:
مطالعة القلب لأسمائه وصفاته
Hati senantiasa menelaah dan merenungi nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya.

Keenam:
مشاهدة برِّه وإحسانه وآلائه ونعمه الباطنة
Mengakui berbagai kebaikan dan nikmat-Nya, baik yang bersifat lahir mahupun batin.

Ketujuh:
انكسار القلب بكليته بين يدي الله تعالى
Tunduknya hati dengan segenap jiwa di hadapan Allah ta'ala.

Kelapan:
الخلوة به وقت النزول الإلهي لمناجاته وتلاوة كلامه، والوقوف بالقلب والتأدب بأدب العبودية بين يديه، ثم ختم ذلك بالاستغفار والتوبة.
Menyendiri bersama-Nya saat Dia turun (pada sepertiga malam terakhir) dengan bermunajat kepada-Nya, membaca kitab-Nya, menghadirkan hati dan bersikap dengan adab penghambaan dihadapan-Nya. Kemudian menutup bacaannya tersebut dengan istighfar dan taubat.

Kesembilan:
مجالسة المحبين الصادقين، والتقاط أطايب ثمرات كلامهم كما ينتقى أطايب الثمر، ولا تتكلَّم إلا إذا ترجَّحتْ مصلحة الكلام، وعلمتَ أنَّ فيه مزيدًا لحالك ومنفعةً لغيرك.
Senantiasa duduk bersama orang-orang yang mencintai Allah dengan jujur. Memetik buah yang baik dari ucapan mereka. Dan tidak berbicara kecuali tampak jelas adanya maslahat dalam pembicaraan tersebut, serta mengetahui bahawa dalam pembicaraan tersebut ada manfaat bagi dirimu dan orang lain.

Kesepuluh:
مباعدةُ كلِّ سببٍ يحولُ بينَ القلب وبينَ اللهِ عزَّ وجلَّ.
Menjauhi semua sebab yang menjadi penghalang antara hati dengan Allah.
(Madarij As-Salikin)

Thursday, 20 July 2017

*KISAH SEORANG PEMUDA*

☘🍒☘🍒☘🍒☘🍒☘🍒☘🍒☘🍒☘🍒☘🍒☘🍒☘

*KISAH SEORANG PEMUDA YANG MENGHARAPKAN PERTOLONGAN DARI TUHAN NYA"

"ADA SEORANG PEMUDA TERJATUH KEDALAM LAUT,LALU HANYUT DI TOLAK OMBAK, DAN DIA MENGHARAPKAN PERTOLONGAN DARI TUHAN NYA,
YA TUHAN TOLONGLAH AKU,.

DALAM WAKTU YANG SINGKAT DATANG SATU BOT MENDEKATI NYA LALU ORANG ITU BERKATA  MARILAH NAIK KE BOT AKU,
PEMUDA ITU JAWAB AKU SEDANG MENUNGGU PERTOLONGAN DARI TUHAN KU,MENDENGAR JAWABAN PEMUDA ITU MAKA BOT ITU PUN BERLALU.

KEMUDIAN DIA BERDOA LAGI,YA TUHAN SELAMATKANLAH AKU, TAK LAMA KEMUDIAN DATANG SATU LAGI BOT KEPADA NYA,MENGHULURKAN BANTUAN NAMUN DIA TETAP MENOLAKNYA,KATANYA BIARKAN TUHAN MENENTUKAN NASIBNYA KERANA DIA TELAH BERDOA AGAR TUHAN MENOLONG DIA,
DAN BOT ITU PUN BERLALU PERGI.

AKHIRNYA PEMUDA ITU MATI LEMAS..KETIKA DIA BERSAMA DGN MALAIKAT YANG MENGAMBIL NYAWA NYA,DIA BERKATA KEPADA MALAIKAT,KENAPA TUHAN TIDAK MENOLONG DIA DI SAAT DIA BERDOA MEMINTA PERTOLONGAN?

LALU MALAIKAT ITU BERKATA: BUKANKAH TUHAN TELAH MENGHANTAR  2 ORSNG MEMBAWA BOT UNTUK MENOLONG KAMU?
KENAPA ENGKAU INI BODOH SANGAT?"
SEHINGGA ENGKAU TIDAK BOLEH MENGENAL APA DI MAKSUDKAN PERTOLONGAN DARI TUHAN?

SEBAB ITULAH MANUSIA ITU DI WAJIBKAN BELAJAR AGAR TIDAK MENYOMBONG DIRI ! JERKAH MALAIKAT ITU.

MORAL OF STORY : SETIAP MANUSIA ITU WAJIB MENUNTUT ILMU,SABDA NABI SAW:

"DI WAJIBKAN ORANG LELAKI DAN PEREMPUAN YANG AKHIL BALIKH MENUNTUT ILMU,FEKAH TAUHID DAN TASAWWUF".

JOM P NGAJI. JOM!!!!

☘🍒☘🍒☘🍒☘🍒☘🍒☘🍒☘🍒☘🍒☘🍒☘🍒☘

BAJET AKHIRAT

Sahabat Agro Networker:
‎السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

‎بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

*BAJET AKHIRAT*

Ia bukan dari hasil ciptaan akal manusia seperti sistem kapitalis dan komunis. Sistem ekonomi Islam berpandukan wahyu dari ALLAH SWT. Lebih berimbang dan adil serta tidak mengalami defisit pahala dan penambahan dosa, insya ALLAH. Mengurus ekonomi negara janganlah hanya diukur kepada FDI, KDNK dan apa sahaja istilah-istilah ekonomi, tetapi bajetnya juga perlu dirujuk pada sudut dosa - pahala dan redha ALLAH SWT.

Tanpa menitikberatkan soal hati, roh dan jiwa manusia. Akan berlakulah penindasan, tekanan dan ketidakadilan yang berterusan. Yang kaya akan bertambah kaya dan yang fakir yang miskin akan bertambah 'BERSAMAMU'.

Para ulama menyepakati bahawa maslahah yang menjadi maqasid as-syariah dalam merangka bajet ekonomi Islam, perlu mencakupi lima jaminan dasar utama, iaitu;
1) Keselamatan Agama (ad-din)
2) Kesalamatan Jiwa (an-nafs)
3) Keselamatan Akal (al-aql)
4) Keselamatan Maruah / keturunan (an-nasl)
5) Keselamatan Harta benda (al-mal)

Mampukan bajet sehingga sehingga beratus billion contohnya, dapat mendekatkan diri rakyat kepada ALLAH. Atau dikhuatiri akan menyebabkan manusia semakin lalai seandainya peruntukan yang begitu besar pada sektor hiburan semata-mata.

Ini kerana sistem ekonomi Islam sebenarnya berbeza dengan sistem ekonomi konvensional. Antara ciri-ciri sistem ekonomi Islam ialah:

*1. Mesti Melibatkan ALLAH.*
Orang Islam berekonomi perlu bermatlamatkan untuk mendapat redha dan kasih sayang ALLAH. Syariat lahir dan batin ditegakkan dan hati tidak lalai dari mengingati ALLAH. Aktiviti berniaga dianggap zikir dan ibadah kepada ALLAH SWT. Ia adalah jihad fisabilillah. Berekonomi diantara jalan untuk menambah bekalan taqwa.

*2. Berteraskan Ketaqwaan.*
Berekonomi dengan lebih mementingkan sifat taqwa daripada modal kewangan yang besar. Ilmu, pengalaman, kemahiran, kekayaan alam semulajadi dan sebagainya. Kerana orang bertaqwa itu dibantu Tuhannya seperti dalam firmanNya maksudnya;

‎وَاللَّهُ وَلِيُّ الْمُتَّقِين
“... Dan ALLAH itu pembela bagi orang-orang yang bertaqwa” (QS Al-Jasiyah: 19)

Orang yang bertaqwa itu, usahanya sedikit tetapi hasilnya banyak. Apatah lagi kalau usahanya banyak. Kalau orang yang bertaqwa menghadapi masalah, ALLAH akan mengadakan baginya jalan keluar dan dia diberi rezeki oleh ALLAH dari sumber-sumber yang tidak disangka-sangka. Kena yakin itu...

*3. Diurus Seperti Sebuah Keluarga.*
Terjalin kemesraan dan kasih sayang seperti dalam satu keluarga besar. Pengurus seperti ayah. Penyelia-penyelia seperti kakak dan abang. Para pekerja seperti anak. Ayah menjaga keperluan lahir batin anak-anak. Ini termasuk didikan agama, makan minum, keselamatan, kesihatan, pakaian, tempat tinggal, kebajikan dan sebagainya.

*4. Penuh Mawaddah Mahabbah.*
Kalau ada 'pelanggan' atau rakyat yang memerlukan barangan dan khidmat tetapi nyata tidak mampu membayar harganya, dibolehkan membayar ikut sesuka hatinya. Kalau dia fakir dan miskin hingga tidak mampu bayar langsung, maka menjadi tanggungjawab memberikan keperluannya itu dengan percuma. ALLAH lah yang akan membayarkan untuknya. Inilah ekonomi kasih sayang.

*5. Keuntungan Untuk Umat.*
Keuntungan dalam sistem ekonomi Islam ada dua bentuk. Satu adalah keuntungan Maknawi dan satu lagi keuntungan Maddi (material). Islam mengajar ahli ekonomi dan peniaganya untuk mengutamakan untung maknawi daripada untung material. Kalaupun ada keuntungan material, ia perlu dihalakan semula dan diperguna untuk kepentingan masyarakat.

*6. Tiada Unsur Mungkar.*
Bajet ekonomi Islam tidak membenarkan muamalat yang mengandungi riba, gharar, judi dan perkara-perkara yang syubhah. Islam ada cara tersendiri untuk menjana model dan kewangannya. Antaranya ialah mudharabah, musyarakah dan sebagainya. Riba' contohnya, hanya mencetus berbagai masalah dan krisis. Harga barangan dan khidmat menjadi tinggi kerana untung lebih terpaksa dicari untuk membayar kadar faedah riba' tersebut.

*7. Pemilikan Adalah Hak ALLAH.*
Mengagihkan kekayaan terhadap umatnya secara sekata tanpa meSahabat Agro Networker:
numpukannya kepada sesuatu kelompok masyarakat sahaja. Semua individu mempunyai hak yang sama dalam mendapatkan kekayaan walaupun kepada mereka yang BELUM beragama Islam. Kekayaan yang diperolehi pula hendaklah daripada sumber yang halal. Bukan main sembrono sahaja...

*8. Mementingkan Akhlak.*
Antara prinsip akhlakiah dalam sistem ekonomi Islam adalah berpaksi di atas keadilan dan kesaksamaan. Prinsip ini dapat dilihat melalui keseragaman nilai yang mewarnai seluruh elemen dalam sistem ekonomi Islam. Ini bermakna, mereka yang terlibat dalam kegiatan ekonomi tidak dipinggirkan oleh Islam dari terikat dengan adab serta akhlak (ta'dib wa tarbiyyah) melalui aturan wahyu Ilahi.

Jangan hanya bajet ekonomi dunia, bajet juga ekonomi akhirat. Sekiranya ekonomi dunia berteraskan keuntungan matawang dan harta benda semata-mata, bajet Akhirat pula sejauh mana muamalat kita di dunia mampu menjana keuntungan pahala di Akhirat.

Wallahu a'lam...

Panjang-panjangkan pada sahabat lain walau sepotong ayat walaupun hanya sekilas pandang….

Jazakumullahu khairan jaza’..
Doakan istiqamah serta Sehat wal Afiat.
Wassalam...

Tuesday, 18 July 2017

CATATAN KAK IJA 170717

*السلام عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ*
      *بِسْمِ اللهِ الرَّحمَٰنِ الرَّحِِيم*
*اَللَّهُمَّ صَلِّ َعلى سيدنا مُحَمَّدٍ*
*وَ عَلَى آِل سيدنا مُحَمَّد*

*اَللَّهُمَّ صَلِّ َعلى سيدنا مُحَمَّد*ٍ
*وَ عَلَى آِل سيدنا مُحَمَّد*

*اَللَّهُمَّ صَلِّ َعلى سيدنا مُحَمَّد*ٍ
*وَ عَلَى آِل سيدنا مُحَمَّد*

*🌹PERKONGSIAN🌹*
*Tuan Guru Siddiq Noor*
*Kitab Hikam*
_(masjid abu bakar as siddiq)_
_......sambungan kitab_

*➡Beza sekali antara orang yang menjadikan Allah sebagai dalil (adanya dunia), dengan orang yang menjadikan dunia sebagai dalil (adanya Allah)*
➡Orang yang menjadikan Allah sebagai dalil adanya dunia, maka bererti ia telah meletakkan haknya secara benar. *Allah jadi asal penunjuk.*
➡Sedangkan orang yang menjadikan dunia sebagai dalil adanya Allah, mengindikasikan bahwa dirinya tidak dekat dengan Allah.
Sejak bila Allah hilang dari pandangannya, hingga ia harus menjadikan dunia sebagai perantara untuk mengenal Allah?
Bilakah Allah menjauh dari dirinya, hingga ia menggunakan dunia sebagai sarana untuk tambah mendekat dengan Allah?
➡Hikmah ini mengajarkan kita agar menjadikan Allah sebagai tujuan utama. Buat motivasi hidup, agar usia yang masih tersisa ada arah tujuan.

_Capai Makrifat_

*1⃣Jangan makan banyak.*
Bila makan banyak boleh mematikan hati. Nabi muhammad saw dan para sahabat juga alim2 ulamak makan hanya sedikit sangat. Lebih banyak berpuasa dr makan.
*2⃣Waktu sahur* Bangun waktu sahur iaitu 1/3 malam. Allah menunggu2 doa hamba2 Nya. Paling kurang buatlah solat sunat 2 rakaat.
*3⃣Jangan banyak bercakap.*
Perbalahan yang berlaku krn banyak sgt yang tunjuk pandai. Tambahan adanya laman sosial mereka jdkan medan menfitnah dan mencerca.
_(bila kita niat yg tak elok dan menfitnah bila & bagaimana kita akan minta maaf)?_
*4⃣Kita harus asingkan diri dr manusia yang merosakkan.*
_(Carilah ustaz2 dan ulamak2 utk menimba ilmu lebih baik benda benda yg sia2.)_

*والله أعلم بالصواب*
_(Hanya Allah Maha Mengetahui apa yang benar)_

•┈┈┈•❀❦🕌❦❀•┈┈┈•

Friday, 14 July 2017

ANTARA SEBAB-SEBAB AMALAN KITA TIDAK DITERIMA DI SETIAP LAPISAN LANGIT

السلام عليكم ورحمة الله تعالى وبركاته .. بسم الله الرحمن الرحيم .. اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى اله وازواجه وذريته واهل بيته واصحابه وعلينا اجمعين....

1. Lapisan Langit Pertama: Mengumpat.
2. Lapisan Langit Ke-2 : Amalan untuk keuntungan dunia semata-mata.
3. Lapisan Langit Ke-3 : Sombong atau Takabbur.
4. Lapisan Langit Ke-4 : Ujub.
5. Lapisan Langit Ke-5 : Dengki.
6. Lapisan Langit Ke-6 : Tidak berbelas kasihan kepada orang lain.
7. Lapisan Langit Ke-7 : Riak.

Menurut Imam Al-Ghazali, riak boleh berlaku dalam 12 perkara iaitu:

1. Riak dalam ibadat.
2. Riak dalam ilmu.
3. Riak dalam amalan.
4. Riak dalam kata-kata.
5. Riak bila berzuhud.
6. Riak dengan harta.
7. Riak kerana pangkat.
8. Riak dengan pencapaian.
9. Riak dengan kebolehan.
10. Riak dengan kecantikan tubuh badan.
11. Riak dengan suara yang lunak merdu.
12. Riak dengan kumpulan yang disertai.

Akhir sekali, apabila amalan yang dihadapkan kepada Allah melepasi kesemua 7 lapisan langit, ada satu lagi sebab mengapa amalan kita ditolak oleh Allah SWT.

Sebab amalan kita ditolak setelah melepasi 7 lapisan langit ialah amalan yang tidak disertai keikhlasan.

- Petikan hadis daripada Muaz bin Jabal.

والله اعلم..

LAPAN JENIS REZEKI DARI ALLAH.


*1.Rezeki Yang Telah Dijamin.*

‎وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ
"Tidak ada satu makhluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin ALLAH rezekinya."
(Surah Hud : 6).

*2. Rezeki Kerana Usaha.*

‎وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَى
"Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya."
(Surah An-Najm : 39).

*3. Rezeki Kerana Bersyukur.*

‎لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu."
(Surah Ibrahim : 7).

*4. Rezeki Tak Terduga.*

‎وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا( ) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
"Barangsiapa yang bertakwa kepada ALLAH nescaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya."
(Surah At-Thalaq : 2-3).

*5. Rezeki Kerana Istighfar.*

‎فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ( ) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا
"Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta.”
(Surah Nuh : 10-11).

*6. Rezeki Kerana Menikah.*

‎وَأَنكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ
"Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka ALLAH akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan kurnia-Nya."
(Surah An-Nur : 32).

*7. Rezeki Kerana Anak.*

‎وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ نَّحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ
"Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu kerana takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.”
(Surah Al-Israa' : 31).

*8. Rezeki Kerana Sedekah.*

‎مَّن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً
"Siapakah yang mahu memberi pinjaman kepada ALLAH, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka ALLAH akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak."
(Surah Al-Baqarah : 245).

Thursday, 13 July 2017

ORANG-ORANG YANG SOMBONG

Surah Az-Zumar, Verse 60:

وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ تَرَى الَّذِينَ كَذَبُوا عَلَى اللَّهِ وُجُوهُهُم مُّسْوَدَّةٌ أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِّلْمُتَكَبِّرِينَ
Dan pada hari kiamat, engkau akan melihat orang-orang yang berdusta terhadap Allah (dan yang menyatakan kesedihan itu) - muka mereka hitam legam; bukankah (telah diketahui bahawa) dalam neraka Jahannam disediakan tempat tinggal bagi orang-orang yang sombong takbur?

Sombongkah Aku?????

🚩Merendahkan orang lain itu sombong.
🚩Mentertawakan orang atas kelemahannya pun sombong.
🚩Menunjuk2 kelebihan itu sombong.
🚩Berlumba2 menunjukkan kekayaan pun sombong.
🚩Memperbodohkan org lain itu sombong.
🚩Sentiasa nak menang itu juga sombong.
🚩Mementingkan diri sendiri itu sombong.
🚩Berbangga dengan kecantikan itu juga sombong.
🚩Bersangka buruk itu sombong.
🚩Berbangga dengan kepandaian itu juga sombong.
🚩Merasa diri hebat itu sombong.
🚩Sentiasa merasa diri betul itu juga sombong.
🚩Tidak boleh ditegur itu sombong.
🚩Memperkecilkan dan meremehkan org lain itu juga sombong....

*YA ALLAH HINDARILAH AKU DARI SIKAP INI..*

#MuhasabahDiriSendiri

Wednesday, 12 July 2017

YOU ARE NOT LATE, YOU ARE JUST ON TIME

Terbaca satu tazkirah yang sangat baik untuk dikongsikan kpd kita semua sbg tazkirah dan muhasabah diri...

Dalam dunia ni, semua benda bergerak dalam zon masa masing-masing.

Ada yang masih single.
Ada kahwin 20 ribu belanja, sebulan dah berpisah.
Ada yang dah kahwin 10 tahun tapi masih belum ada anak.
Ada yang baru kahwin bulan lepas, hari ni dah mengandung.

Ada yang grad umur 23 tapi terpaksa tunggu 5 tahun sebelum dapat kerja tetap.
Ada juga yang grad umur 29 tapi lepas grad terus dapat kerja jawatan tetap.

Ada yang muda lagi umur 25 jadi CEO tapi umur 50 dah meninggal.
Ada juga yang umur 50 baru jadi CEO dan hidup sampai umur 90.

Zon masa kita semua tak sama.
Jadi tak perlu merasa kita 'tertinggal' hanya bila nampak orang lain lebih berjaya.
Masa kita belum sampai.
Obama retired at 55, tapi Trump 'bermula' pada umur 70.
Hanya zon masa mereka saja yang berbeza.
Tapi sama-sama dapat jadi Presiden.

Ada yang dipanggil Datuk pada usia 47 tahun, dan ada yang dah ada cucu di umur yang sama.
Malah ada yang baru menimang cahaya mata pertama di umur yang sama.

Ada yang 'depan' dari kita.
Tapi ada juga yang 'belakang' kita.
Semua orang bergerak dalam laluan yang berbeza pada zon masa yang berlainan.

Allah ada perancangan berbeza untuk kita semua.
Jangan dengki, jangan sakit hati, jangan sedih.
Mereka bergerak dengan zon masa mereka dan kita pun ada zon masa sendiri.

You are not late.
You are not early.

You are just on time.
Jangan stress.

Percayalah bahawa perancangan Allah jauh lebih baik, rezeki kita telah dicatit olehNya.

Siapa nak jaga kita bila kita dah tua?

Ada orang, dia susah hati kerana belum bertemu jodoh.
Difikirannya siapalah yang akan jaga aku bila aku dah tua nanti.

Ada orang, dah berkahwin tapi belum punya anak, pun terfikir siapakah yang akan jaga aku bila aku dah tua nanti.

Ada orang, ada anak, tapi hanya seorang, pun terfikir, kalau dia kerja jauh siapalah yang nak jaga aku nanti.

Ada orang, anaknya semua lelaki.
Juga terfikir siapalah yang akan jaga aku nanti.
Nak ke menantu perempuan aku nanti jaga aku.

Ada orang, anaknya semua perempuan, sama juga.
Terfikir kalau semua tu nanti ikut suami masing masing, siapalah yang nak jaga aku nanti.

Apa masalah kita sebenarnya?

Kita letakkan masa depan kita di tangan manusia.
Di tangan anak.
Di tangan suami.

Walhal yang jaga kita itu ALLAH.

Berapa ramai orang yang anaknya ramai, cukup nisbah lelaki perempuannya, namun masih terabai hidup bersendirian di rumah usangnya sehingga meninggalnya juga seorang diri.

Berapa ramai juga orang yang saya jumpa hidupnya tidak bertemu jodoh, namun pada usia 60 70 80 masih sihat, boleh urus diri jauh lebih baik daripada orang yang usianya baru jejak 50-an namun sudah sakit lutut jalan bertongkat walau anak anak ada di sisi menjaga.

Itulah kita kata rezeki.
Dan rezeki itu hak Allah.
Yakin.
Yakin.
Yakin.

Jangan runsingkan kerja Allah.
Runsingkan kerja kita yang asik tak siap ni.

Jangan runsing belum ketemu jodoh
Jangan ribut belum ada zuriat
Jangan sedih hanya kerana beranak sorang
Jangan kalut kalau hanya ada anak lelaki
Jangan cemas jika hanya ada anak perempuan.

Lebih dari itu jangan takbur sangat kita ada jodoh, anak ramai, cukup laki perempuan.

Jangan pertikaikan
"eh nanti tua siapa nak jaga kau."
Kita sendiri pun belum tahu nasib kita nanti
Sempat ke kita tua?

Masa depan kita sentiasa di tangan Allah.
Dan Allah itu adil.
Setiap orang akan dapat apa yang Allah kata dia layak dapat.
Kuatkan pergantungan kpd Allah, itu yg paling penting.

Pendek kata
ALLAH ADA.
Jangan takut
#copypaste
#Allah sebaik-baik perancang
#Allah sebaik-baik pelindung

Monday, 10 July 2017

SYARAT UTAMA DITERIMANYA IBADAH

Peribadatan seorang hamba yang muslim akan diterima dan diberi pahala oleh Allah I apabila telah memenuhi dua syarat utama berikut ini, yaitu :

1.    IKHLAS  ( اَلإِخْلاَصُ )

Ikhlas merupakan salah satu makna dari syahadat (  أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ) ‘bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah I’ yaitu agar menjadikan ibadah itu murni hanya ditujukan kepada Allah semata. Allah I berfirman :

وَمَا أُمِرُوا إِلاَّ لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاَةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama”. [QS. Al Bayyinah : 5]

فَاعْبُدِ اللَّهَ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ

“Maka beribadahlah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan (mu) untuk-Nya.” [QS. Az Zumar : 2]

Kemudian Rasulullah r bersabda :

إِنَّ اللهَ عَزَّ وَ جَلَّ لاَ يَقْبَلُ مِنَ الْعَمَلِ إِلاَّ مَا كَانَ لَهُ خَالِصًا وَابْتُغِيَ بِهِ وَجْهُهُ

“Sesungguhnya Allah tidak menerima suatu amal perbuatan kecuali yang murni dan hanya mengharap ridho Allah”. [HR. Abu Dawud dan Nasa’i]

Lawan daripada ikhlas adalah syirik (menjadikan bagi Allah tandingan/sekutu di dalam beribadah, atau beribadah kepada Allah tetapi juga kepada selain-Nya). Contohnya : riya’ (memperlihatkan amalan pada orang lain), sum’ah(memperdengarkan suatu amalan pada orang lain), ataupun ujub(berbangga diri dengan amalannya). Kesemuanya itu adalah syirik yang harus dijauhi oleh seorang hamba agar ibadahnya itu diterima oleh Allah I . Sebagaimana sabda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam:

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ اْلأَصْغَرُ قَالُوا وَمَا الشِّرْكُ اْلأَصْغَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الرِّيَاءُ

“Sesungguhnya sesuatu yang paling aku takutkan terjadi pada kalian adalah syrik kecil”, para sahabat bertanya : “Wahai Rasulullah, apa itu syirik kecil ? Rasulullah menjawab : “Riya’”. [HR. Ahmad]

Kemudian firman Allah tentang larangan syirik ialah,

فَلاَ تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah padahal kalian mengetahui”. [QS. Al-Baqoroh :22]

Orang yang rajin beribadah kepada Allah I namun dalam waktu yang bersamaan ia belum bertaubat dari perbuatan syirik dengan berbagai bentuknya, maka semua amal ibadah yang telah dikerjakannya menjadi terhapus dan ia menjadi orang yang merugi di akhirat kelak, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan”. [QS. Al-An’aam: 88]

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Dan Sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu Termasuk orang-orang yang merugi”. [QS. Az-Zumar: 65]

2. AL-ITTIBA’ ( اَلْاِتِّبَاعُ )

Al-Ittiba’ (Mengikuti Tuntunan Nabi Muhammad r) merupakan salah satu dari makna syahadat bahwa Muhammad adalah utusan Allah (أَنَّمُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ), yaitu agar di dalam beribadah harus sesuai dengan ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad r . Setiap ibadah yang diadakan secara baru yang tidak pernah diajarkan atau dilakukan oleh Nabi Muhammad maka ibadah itu tertolak, walaupun pelakunya tadi seorang muslim yang mukhlis(niatnya ikhlas karena Allah dalam beribadah). Karena sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada kita semua untuk senantiasa mengikuti tuntunan Nabi Muhammad  dalam segala hal, dengan firman-Nya :

وَمَا ءَاتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا

“Dan apa-apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia, dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah”.[QS. Al Hasyr : 7]

            Dan Allah Ta’ala berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu”. [QS. Al-Ahzaab: 21]

Dan Rasulullah r  juga telah memperingatkan agar meninggalkan segala perkara ibadah yang tidak ada contoh atau tuntunannya dari beliau, sebagaimana sabda beliau:

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barang siapa mengamalkan suatu amalan yang tidak ada urusannya dari kami maka amal itu tertolak”. [HR. Muslim]

Itulah tadi dua syarat yang menjadikan ibadah seseorang diterima dan diberi pahala oleh Allah, sebagaimana firman-Nya :

فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحًا وَلاَ يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

“Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shaleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya”. [QS. Al Kahfi : 110]

Berkata Ibnu Katsir di dalam menafsirkan ayat ini : “Inilah 2 landasan amal yang diterima (dan diberi pahala oleh Allah), yaitu harus ikhlas karena Allah dan benar / sesuai dengan syari’at Rasulullah .”

Jadi kedua syarat ini haruslah ada pada setiap amal ibadah yang kita kerjakan dan tidak boleh terpisahkan antara yang satu dan yang lainnya. Mengenai hal ini berkata Al Fudhoil bin ‘Iyadh :

“Sesungguhnya andaikata suatu amalan itu dilakukan dengan ikhlas namun tidak benar (tidak sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad ), maka amalan itu tidak diterima. Dan andaikata amalan itu dilakukan dengan benar (sesuai dengan tuntunan Nabi ) tapi tidak ikhlas, juga tidak diterima, hingga ia melakukannya dengan ikhlas dan benar. Ikhlas semata karena Allah, dan benar apabila sesuai dengan tuntunan Nabi ”.

Maka barang siapa mengerjakan suatu amal dengan didasari ikhlas karena Allah semata dan cocok dengan tuntunan Rasulullah niscaya amal itu akan diterima dan diberi pahala oleh Allah. Akan tetapi kalau hilang salah satu dari dua syarat tersebut, maka amal ibadah itu akan tertolak dan tidak diterima oleh Allah I. Hal inilah yang sering luput dari perhatian orang banyak karena hanya memperhatikan satu sisi saja dan tidak  memperdulikan yang lainnya. Oleh karena itu sering kita dengar mereka mengucapkan : “yang penting niatnya, kalau niatnya baik maka amalnya akan baik”.

Perlu diketahui bahwa sikap ittiba’ (berupaya mengikuti tuntunan Nabi Muhammad r) tidak akan tercapai / terwujud kecuali apabila amal ibadah yang dikerjakan sesuai dengan syari’at dalam 6 (enam) perkara, yaitu :

1.    SEBAB ( اَلسَّبَبُ )

Jika seseorang melakukan suatu ibadah kepada Allah dengan sebab yang tidak di syari’atkan, maka ibadah tersebut adalah bid’ah dan tertolak. Contohnya: ada orang melakukan sholat Tahajjud khusus pada malam 27 Rajab dengan dalih bahwa malam itu adalah malam Isro Mi’rajnya Nabi Muhammad r. Sholat Tahajjud adalah ibadah yang dianjurkan, tetapi karena dikaitkan dengan sebab tersebut yang tidak ada syari’atnya, maka ia menjadi bid’ah.

2.    JENIS ( اَلْجِنْسُ )

Ibadah harus sesuai dengan syari’at dalam jenisnya. Contohnya:bila seseorang menyembelih kuda atau ayam pada hari Iedul Adha untuk korban, maka hal ini tidak sah karena jenis yang boleh dijadikan untuk korban adalah unta, sapi dan kambing.

3.    BILANGAN ( اَلْعَدَدُ )

Kalau ada orang yang menambahkan rokaat sholat yang menurutnya hal itu diperintahkan, maka sholatnya itu adalah bid’ah dan tidak diterima oleh Allah. Jadi apabila ada orang yang sholat Dhuhur 5 rokaat atau sholat Shubuh 3 rokaat dengan sengaja maka sholatnya tidak diterima oleh Allah karena tidak sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad.

4.    TATA CARA ( اَلْكَيْفِيَّةُ )

Seandainya ada orang berwudhu dengan membasuh kaki terlebih dulu baru kemudian muka, maka wudhunya tidak sah karena tidak sesuai dengan tata cara yang telah disyari’atkan oleh Allah dan Rasul-Nya di dalam Al-Qur’an Al-Karim dan Al-Hadits Asy-Syarif.

5.    WAKTU ( اَلزَّمَانُ )

Apabila ada orang yang menyembelih korban sebelum sholat hari raya Idul Adha atau mengeluarkan zakat Fitri sesudah sholat hari raya Idul Fitri, atau melaksanakan shalat fardhu sebelum masuk atau sesudah keluar waktunya, maka penyembelihan hewan korban dan zakat Fitrinya serta shalatnya tidak sah karena tidak sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh syari’at Islam, yaitu menyembelih hewan korban dimulai sesudah shalat hari raya Idul Adha hingga sebelum matahari terbenam pada tanggal 13 Dzul Hijjah (hari Tasyriq ketiga), dan mengeluarkan zakat Fitri sebelum dilaksanakannya sholat Idul Fitri.

6.    TEMPAT ( اَلْمَكَانُ )

Apabila ada orang yang menunaikan ibadah haji di tempat selain Baitulah Masjidil Haram di Mekah, atau melakukan i’tikaf di tempat selain masjid (seperti di pekuburan, gua, dll), maka tidak sah haji dan i’tikafnya. Sebab tempat untuk melaksanakan ibadah haji adalah di Masjidil Haram saja, dan ibadah i’tikaf tempatnya hanya di dalam masjid.

Sehingga dengan memperhatikan enam perkara tersebut, maka kita dapat mencocokkan / mengoreksi apakah amal ibadah yang kita lakukan sudah sesuai dengan syariat Allah dan Rasul-Nya atau tidak?.

Demikian pembahasan singkat tentang syarat-syarat utama diterimanya amal ibadah. Semoga bermanfaat bagi kita semua di dunia dan akhirat. Amiin…

(Sumber: Buletin Dakwah Al-Ittiba’, Yayasan Mutiara Hikmah Klaten – Jawa Tengah, edisi 21 tahun II, 2008 M)

Friday, 9 June 2017

TIPS EMPAT AMALAN

Tips 4 amalan yang akan menjadikan seseorang itu tetamu VVIP akhirat. 3 dari amalan ini ada dikumpulkan oleh Imam Nawawi Rahimahullah di dalam hadith 40.

Jika rasa kurang ilmu, tak pandai beramal, tak der PHD Agama, tak pandai nak bercerita tentang Agama maka buatlah sungguh2 amalan ini kerana darjat ini di Syurga nanti Masyaa Allah.
Kenapa amalan ini SUPER? sebabnya amalan ini bercanggah dengan kehendak nafsu dan ia memerlukan mujahadah yg tinggi untuk mengamalkannya. Maka kerana itu akan diangkat darjat yang tinggi bagi insan2 yg mampu melaksanakannya.

Yang Pertama, Solat Malam
Saat orang lain sedang seronok nyenyak tidur berdengkur menarik selimut, lalu kita usaha bangun utk lawan nafsu tidur dan usaha utk lawan rasa mengantuk agar mampu utk bangun bertahjud, maka ganjarannya Masyaa Allah.

Yang Kedua, Puasa Sunat. 
Saat orang lain sedang enak melayan nafsu makan disiang hari lalu kita duduk bersendirian menahan nafsu dari makan & minum, menahan dari hal2 maksiat semata2 utk mendekatkan diri kpd Allah, maka Allah janji akan balas dengan balasan hebat  yg dirahsiakan iaitu melebihi 700 kali ganda amalan.

Yang Ketiga, Sedekah. 
Saat orang lain sibuk mengumpul harta, memenuhi keinginan apa sahaja yg hendak dimiliki, lalu kita tahan nafsu dari berlebihan2an di dalam berkeinginan, pakai apa shj yg ada agar ada ruang utk melakukan sedekah/infaq maka Allah akan balas 700kali lipat ganjarannya.

Yang Keempat, Solat Di Awal Waktu. 
Disaat orang lain sibuk dan khusyuk bekerja dengan beraktiviti, lalu kita usaha ruangkan masa utk solat tepat pada masanya, meninggalkan urusan dunia kerana mengutamakan utk menghadap Allah maka Allah akan mencintai insan ini di dunia dan akhirat.

~ SEMOGA KITA REBUT KEEMPAT2 AMALAN INI AGAR KITA MENJADI ORANG2 YG BERUNTUNG.